Ketika memberi menjadi sumber kebahagiaan hati.
Ingatkah anda saudaraku,
Ketika anda lihat seorang dipinggir jalan membawa karung, memungut kaleng, botol dan plastik, dengan jalan yang tergopoh gopoh, kelelahan memenuhi mimik wajahnya, segala macam kesusahan dunia seakan terkumpul dipundaknya.
Lalu anda datang dengan hati iba, memberi sedikit harta, menyambung asa..
Lalu..
Seakan hati yang tadinya sempit, sesempit ruang antara kuku dengan jari kemudian menjadi luas seluas langit dan bumi..
Ya, demikianlah karakteristik memberi,
Menenangkan hati,
Melunakkan hati,
Membahagiakan hati,
Benarlah sabda Nabi, "lihatlah kebawah dalam masalah dunia."
Maka seakan akan andalah orang paling beruntung di dunia.
Jika berguna bagi oranglain di dunia saja sedemikian membahagiakan, bagaimana jadinya kita berguna bagi orang lain di akhirat?
Ketika,
ia seharusnya disiksa, diadzab, dan dilaknat Allah dengan sekeras kerasnya.
Namun dengan perantara kita ketika di dunia,
Kita jauhkan ia dari maksiat,
Kita jauhkan ia dari bid'ah,
Kita jauhkan ia dari syirik,
Maka di akhirat ia mendapat kebahagiaan, nikmat, dan kasih sayang Allah yang tiada terbesit di akal..
Bayangkan betapa bahagianya anda saat itu sobat..
Lalu apalagi yang anda tunggu..
Mulailah memberi,
Mulailah peduli,
