#Anak ngaji kok tingkahnya buruk..!

Diantara faidah yang kami dapatkan dari Ustadzuna Aris Munandar adalah tentang #adabudaya.

Pagi itu seusai #KajianRutinRamadhan yang berlangsung di Masjid Al 'Ashri, kami mengantar pulang Ustadz ke rumahnya. Namun qodarullah ada kejadian unik dan berfaidah.

Tempatnya adalah dijalan, selatan Pasar Klithikan Kuncen, ada seorang ibu yang mengantar sekolah anaknya di TK atau SD. Ibu itu memarkir motornya di pinggir jalan, sembari akan mengantar masuk ke kelas, namun karena kurang hati-hati atau mungkin terburu-buru, motornya tersenggol oleh pengendara lain yang lewat, dan motor ibu itu pun jatuh. "Bruk..!" (kayaknya sih gitu bunyinya), si penabrak pun langsung pergi (mungkin gak sadar, sudar sudah nyenggol motor orang)

Kemudian ikhwan yang memboncegkan Ustadz langsung turun dari motor dan membantu si ibu untuk memarkir kembali motor si ibu , dan selesai memarkir lagi, si ikhwan langsung pergi untuk melanjutkan perjalanannya mengantar pulang Ustadz Aris.

Ustadz bertanya (kurang lebih redaksinya), "Ibu tadi bilang apa mas?"
"Ndak bilang apa-apa kok tadz, kenapa tadz?" jawab si ikhwan
"Bilang terimakasih ndak?"
"Ndak tadz"
"Itu, bukti degradasi moral atau akhlak yang buruk dialami hampir seluruh elemen masyarakat, bukan hanya yang sudah ngaji saja. Kan banyak kan omongan orang: Sudah ngaji kok akhlaknya jelek. Sudah ditolong kok ndak bilang terimakasih. Parahnya, yang kayak gini kok terjadi di Jogja yang katanya berbudaya luhur, berarti moral dan budaya luhur makin terkikis. Jogja saja yg terkenal halus jadi seperti ini, gimana yang diluar sana?" Beliau menjelaskan.

"Masalah akhlak itu ndak bisa instan. akhlak itu bentukan sejak kecil, terutama dari pihak keluarga. Baru sekedar ngaji saja belum cukup. Ngaji baru sebentar, tapi hidup di lingkungan keluarga sudah lama, dan mendidiknya pun tidak diperhatikan. Orang tua sekarang tidak begitu memperhatikan akhlak atau unggah-ungguh seperti orangtua jaman dulu." lanjut beliau.

"Sudah ngaji akhlaknya buruk, lha mending sudah ngaji. Gimana pula kalau sudah nggak ngaji, buruk pula akhlaknya."
----------------------------------------------------------------------
Budaya yang hura-hura dilestarikan dengan banyak alasan.
Tapi budaya luhur Jogja dan Indonesia, seperti akhlak yang baik ditinggalkan dan tidak diperhatikan.
Yang #Ngaji lah yang mewarisi semangat dan budi luhur Indonesia.
#NgajiYok
#MariPerbaikiAkhlak dengan ngaji sunnah.
Ikuti kajian-kajian di Masjid Al 'Ashri yaaaa.