Semrawutnya antrian di RS Sardjito

Rebutan antrian di Lobi

Kali ini ane mau menyampaikan reportase dari RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.
Buat fellas semua yang sudah familier dengan Sardjito pasti paham masalah antrian pagi ini. Oh, belum paham?

Right, jadi untuk mendapat pelayanan pemeriksaan tentu harus melakukan antri untuk mendapatkan fasilitas yang disediakan pemerintah. Begitu juga di RS Sardjito. Namun karena namanya juga Rumah Sakit Umum Pusat, tentu membawa efek banyaknya pasien dari luar kota yang dirujuk oleh RS daerah, hal ini memicu antrian yang bisa jadi panjang bisa jadi pendek. Nah karena lebih sering panjang, dan dengan kultur masyarakat yang kreatif dan inovatif maka muncullah ide "Datang lebih pagi" untuk mendapatkan antrian awal. Bahkan jika anda datang jam 5.00 WIB (pagi) pun sudah ada yang siap-siap datang stand by didepan pintu utama Gedung Instalasi Rawat Jalan. Amaaaeeezing.....!

Sebenernya kalau langsung buka sih mungkin nggak masalah ya. Tapi ternyata pintu utama pun nggak jelas dibuka jam berapa. Sehingga terjadilah penumpukan pasien sejak pukul 05.00 WIB. Antrian pun kembali jadi tidak sehat karena jadi crowded ting kemruyuk.

Tentu masalah antrian yang tidak sehat ini berdampak pada step berikutnya, yaitu adanya rebutan atau balapan ke mesin pengambilan nomor antrian. Ya kurang lebih suasananya mirip seperti pembagian sembako.

Masalah ketiga adalah jika ternyata mesin antrian pun eror karena asal-asalan dalam memencet mesin yang berbentuk PC Touchscreen. Karena mesinnya didesain pelan, begitu pencet tombol di layar butuh sekitar 1 detik baru keluar kertas antriannya. Nah bagi pasien yang jarang berinteraksi dengan mesin ini tentu tidak sabaran dan berhasrat ingin memencet tombol lagi. Dan yang terjadi adalah penumpukan kertas antrian didalam mesin.

fiuwwwwhhh..

Antri itu baik

Ya budaya antri itu baik, rapinya antrian merepresentasikan bagaimana budaya suatu masyarakat. Namun jika antrian tidak dimanajemen dengan baik tentu akan menimbulkan masalah baru seperti kasus diatas misalnya.

"Kenapa pintu utama tidak dibuka pukul 05.00 WIB saja?" Dalam hemat saya, bisa jadi jawaban ini akan muncul dikemudian hari, menjadi lebih awal "Kenapa pintu utama tidak dibuka pukul 04.00 WIB saja?" Maka tentu akan menjadi beban bagi manajemen yang harus menggaji pegawai untuk menambah jam kerja hanya karena antrian.

Selain hal diatas, masalah ini nantinya juga dapat menjadi pemicu munculnya calo tiket antrian. Nah oleh sebab itu perlu ditinjau ulang oleh pihak manajemen bagaimanakah seyogyanya masalah antrian ini, apakah dibuka lebih awal menjadi solusi? Atau mencoba metode lain untuk menjadi alternatif atas masalah diatas.
Wallahu a'lam bishshowab

-----------------------------
Pogung Rejo
Senin, 24 Agustus 2015