Penjajahan Masih Berlanjut

Orang-orang JIL/ Islam Nusantara dan Syiah juga sekuler begitu membenci dengan Arab Saudi yg menerapkan Islam Sebagai hukum negara.
Lalu mereka ejek dan olok-olok dengan sebutan "Wahhabi" yg dalam masyarakat kita, kata ini memiliki arti negatif.
Jadi singkatnya mereka mau bilang "negara Islam itu buruk untuk Indonesia"
Kenapa mereka mengejek demikian?
Karena jika Muslim bertauhid dan menerapkan Islam sebagai hukum negara maka Allah akan meridhoi dan Allah akan berikan kemakmuran untuk Indonesia.
Kaya dengan jalan SDA yg melimpah ruah.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raf: 96)

Tapi implikasinya adalah para penjajah ekonomi akan merugi.
Bank-bank yg bunganya tinggi akan tutup, produk2 minuman keras akan digusur, investor pabrik rokok dilarang. Yang mereka paling takutkan: pajak yang tinggi untuk perusahaan dagang atau lahan pertanian/ pertambangan yang di miliki orang kafir. Karena dalam Islam orang kafir setidaknya memiliki 3 macam pungutan: jizyah, 'usyr, nisful 'usyr.

Seperti yang telah diketahui bersama, investor2 dan orang kaya di negeri ini dari kalangan non Muslim sangat banyak. Sehingga pemerintah dan masyarakat menjadi "tergantung" pada "kekuasaan" yang mereka ciptakan.

"Kekuasaan" sendiri telah dijelaskan oleh ilmuwan-ilmuwan barat seperti Stephen P Robbins yakni dengan menciptakan ketergantungan. Tergantung pada apa? Tergantung pada loan-loan mereka dengan bunganya dan bunga adalah riba. Oleh sebab itulah riba diharamkan karena menyebabkan kerusakan.

Oleh sebab itulah di blow up isu Wahhabi ini agar Muslim sendiri jauh dari agamanya, sebab jika Muslim dekat dan faham agama maka yang terjadi adalah seperti Saudi Arabia-> menerapkan hukum Islam.

Non Muslim jika menyerang Al Quran secara langsung maka jelas Muslim akan dengan tegas membela meski bukan Muslim yang shalih.
Maka diluncurkanlah faham-faham atau isme-isme yang menolak Wahhabi (Saudi) karena menjadi real example negara yang menjadikan Islam sebagai asas kehidupan bermasyarakat dan bernegara (Islam secara kaffah-keseluruhan).
Islam dalam rencana merrka hanya dijadikan ritual vertikal yakni hubungan antara makhluk dan Khaliq.
Apa saja isme-isme itu?
Dulu dengan vulgar mereka menamakan diri #JIL - Jaringan Islam Liberal. Namun kritik dan pertentangan begitu mengalir deras hampir dari semua ormas Islam di Indonesia maka dimunculkan nama-nama baru seperti Islam moderat, Islam inklusif, Islam multikultural, dan terakhir adalah Islam Nusantara. Beda nama satu esensi = musuh dalam selimut.

Oleh sebab itulah mereka terus menjadi pembenci Wahhabi dan bekerja sama dengan Syi'ah untuk "menggulung" Muslim dari Islam yang benar.

Maka ingatlah, bahwa penjajahan tidak akan langgeng tanpa adanya kekuatan, emas, dan ideologi.

Sadarlah..!
Mereka menjajah kita dengan cara yang lebih rapi dan sistematis.
Masihkah membenci Wahhabi dan Saudi?